Sabtu, 08 Oktober 2011

Bangsa Babi

 
Pada dasarnya ternak babi memiliki bangsa yang membedakan antara babi yang satu dengan babi yang lain. Adapun bangsa-bangsa babi tersebut terbagi menjadi tiga (3) tipe, yaitu diantaranya :
1.   Tipe lemak (lard type), memiliki ciri-ciri:
         -  Ukuran tubuh berlebihan, lebar
         -  Cepat atau mudah menjadi gemuk, kemampuan dalam pembentukan lemak cukup tinggi
         -  Ukuran kaki pendek
            Contoh : bangsa-bangsa babi Indonesia cenderung ke arah tipe lemak.
2.   Tipe daging (Meat type), memiliki ciri-ciri:
      -  Ukuran tubuh panjang dan halus
      -  Bagian sisi tubuh panjang, dalam halus
      -  Punggung berbentuk busur, kuat dan lebar
      -  Susunan badan padat, lemak sedikit
      -  Kepala dan leher ringan, halus
      -  Ukuran kaki panjang sedang, tumit pendek kuat
      -  Ham berkembang cukup bagus dan dalam
         Kelompok babi ini banyak diternakkan di AS.
         Contoh: Hampshire, Polan China, Spotted Poland China, Berkshire, Chester White, Duroc.
3.   Tipe dwiguna (bacon type). Termasuk kelompok babi type sedang ialah yang memiliki tanda-tanda sebagai berikut:
      -  Ukuran tubuh panjang dan dalamnya tubuh sedang dan halus
      -  Ukuran lebar tubuh sedang, timbunan lemak sedang, halus
Kelompok babi tipe bacon banyak diternakkan di Inggris, Belanda, Kanada dan Polandia.
      Contoh : Yorkshire, Landrace, Tamworth
Selain ternak babi dibedakan berdasarkan bangsa-bangsa, namun ada juga faktor-faktor  yang mempengaruhi pembentukan tipe babi, yaitu :
a)      Pemasaran
b)       Tujuan peternak
c)      Bangsa atau strain
d)      Makanan
e)       Saat pemotongan
Bedasarkan zologis ternak babi termasuk pada:
  • Mamalia (menyusui)
  • Ordo : Artiodactyla (berjari/kuku genap)
  • Famili : Suidae (Non Ruminansia)
  • Genus : Sus
  • Species :
- Sus scrofa babi liar dari eropa ada 10 sub species
- Sus vittatus babi liar dari Asia ada 13 subspesis antara lain: babi Sumatra, Jawa, Flores dan Malaysia
- Sus celebensis terdapat 8 species di Sulawesi,
- Sus barbatus: terdapat 6 subspesis di Kalimantan
Adapula jenis babi yang lain, diantaranya seperti babi liar (babi hutan) mungil, Aili (batak), Jani (dayak), Babui (kayan), Dahak (Kapuas), dimana spesies ini belum dijinakkan, namun sering diburu sebagai sumber daging tergolong besar tinggi 1m panjang 1m dan berat dewasa bisa 150 kg, makanannya tumbuhan biji-bijian, buah-buahan, rumput-rumputan, serangga, hewan melata dan liar.
Babi piara ada 312 varietas dan 87 varietas yang resmi kini dikenal dengan babi unggul, merupakan hasil seleksi dan persilangan beberapa bangsa babi sehingga dihasilkan bangsa baru kemudian menyebar keseluruh dunia misalnya 60% babi potong komersial didunia adalah Yorkshire (large White).
Babi Lokal
         Jenis babi lokal terdiri dari babi batak dan babi toraja, adapun karakteristik kedua babi tersebut, yaitu :
a)   Babi Batak:
ü  Tinggi pundak 54-51 cm, panjang 71-95 cm
ü  Telinga tengah warna rata-rata hitam walaupun ada warna bercak-bercak putih
ü  Bulu pada bagian bahu dan leher agak tebal
ü  Rata-rata putting susu 10
b) Babi Tana Toraja
ü  Babi kecil (minipig)
ü  Tinggi pundak 45 cm, panjang 71 cm
ü  Warna hitam putih dan ada yang hitam semua.
Tujuan Penggunaan Binatang Babi Lokal
Pada masyarakat Batak (Karo) babi biasanya digunakan untuk :
  1. Upacara adat perkawinan yang dimana pihak pria harus mengorbankan/ mempersembahkan satu nyawa yaitu menyembelih seekor hewan (sapi, babi atau kerbau), yang akan diberikan kepada pengentin wanita.
  2. Salah satu binatang peliharaan masyarakat Batak (Karo)
sedangkan pada masyarakat Toraja, babi umumnya digunakan untuk :
1.   Tongkonan (rumah adat tradisional suku Toraja), yang dimana binatang babi menjadi salah satu             persembahan dalam pembangunan rumah adat tersebut.
2.   Upacara adat kematian, babi menjadi salah satu binatang persembahan.

1 komentar:

Komang Budaarsa mengatakan...

Satu lagi Babi lokal adalah babi bali, ciri umum tubuh relatif kecil, punggung melengkung (lordosis), warna bulu hitam, bagian perut dan kempat kaki berwarna putih. Bahkan pada induk dewasa, perutnya bisa menyentuh tanah. Babi ini dulu oleh orang Bali yang beragama Hindu dijadikan babi guling untuk sesaji(sarana) dalam upacara adat, sebagai ungkapan rasa terimakasih dan bakti kepada sang pencipta karena telah diberkahi kemakmuran. Sekali lagi ini tradisi, bukan ajaran agama, sebab dalam Weda yg merupakan kitab suci agama Hindu tidak ada memuat hal itu.

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews