Sabtu, 29 Oktober 2011

Limbah Udang Pengganti Tepung Ikan

Salah satu pilihan sumber protein alternatif yang memiliki kualitas dan kuantitas seperti tepung ikan atau bungkil kedelai adalah tepung limbah udang.
Tepung ikan dan bungkil kedelai merupakan sumber protein utama yang saat ini sering digunakan dalam peternakan unggas. Sayangnya, sebagian besar bahan pakan tersebut masih diipor.
Hal ini disebabkan karena keterbatasan produksi dalam negeri dan persaingan dalam penggunaannya. Untuk itu perlu dicari bahan sumber protein baru yang memiliki kualitas dan kuantitas seperti tepung ikan atau bungkil kedelai.
Menurut Susana Widjaja (1993), salah satu pilihan sumber protein adalah tepung limbah udang. Tepung limbah udang merupakan limbah industri pengolahan udang yang terdiri dari kepala dan kulit udang. Proporsi kepala dan kulit udang
diperkirakan antara 30-40% dari bobot udang segar. Faktor positif bagi tepung limbah udang adalah karena produk ini merupakan limbah, kesinambungan penyediaannya terjamin sehingga harganya akan cukup stabil dan kandungan nutrisinya pun bersaing dengan bahan baku lainnya.
Dalam banyak hal ini lebih baik dibandingkan dengan tepung ikan yang bersifat musiman sehingga pada musim tertentu ikan sulit ditangkap dan harganya menjadi mahal. Besaran nisbah harga/protein untuk tepung limbah udang dan tepung ikan adalah 19,87 dan 23,79. Semakin kecil semakin ekomonis, sebab makin sedikit harga yang harus
dibayar untuk setiap satuan protein. Kelemahan tepung limbah udang terletak pada kandungan asam amino paling kritis yang lebih rendah dibanding tepung ikan. Selain itu serat kasarnya relatif lebih tinggi, sebab diikutsertakannya kulit yang banyak
mengandung khitin (faktor pembatas untuk tingkat penggunaan yang lebih tinggi dalam pakan ayam petelur). Melihat kemungkinan strategis dan harga yang cukup bersaing, sudah banyak dilakukan analisis mengenai kandungan nutrisi tepung limbah udang. Suatu penelitian juga telah dilakukan beberapa tahun lalu, untuk memastikan tingkat penggunaan yang optimum dalam pakan ayam petelur serta memperhitungkan kemampuan substitusi untuk
mengurangi ketergantungan yang bersifat penuh pada tepung ikan impor. Pakan penelitian tersebut terdiri dari bahan baku yang lazim dipakai untuk penyusunan pakan
ayam, kecuali penggunaan tepung limbah udang sebagai komponen baru. Untuk mempertahankan nilai nutrisi bahan baku, dalam penyusunan ransum ditambahkan premik sesuai dengan dosis yang direkomendasikan. Titik perhatian terutama pada komposisi asam amino dan imbangan energi-protein.
Analisis laboratorium memperlihatkan komposisi yang tidak jauh berbeda untuk erat kasar, lemak, protein kasar, kalsium, phospor dan kadar air. Penggunaan tepung limbah udang tidak mempengaruhi konsumsi pakan, score Haugh Unit dan tebal
kerabang telur, karena kandungan nutrisi bahan pakan yang hampir sama. Penggunaan tepung limbah udang juga dapat meningkatkan score warna kuning telur dan produksi telur dan produksi telur. Ini disebabkan karena tepung limbah udang mengandung zat
warna astaxanthin yang mempengaruhi pigmentasi pada warna kuning telur. Secara keseluruhan tepung limbah udang dapat dipakai sebagai pengganti tepung ikan atau bungkil kedelai sampai batas tingkatan 12%.
 Perbandingan nutrisi tepung limbah udang dengan tepung ikan
 Nutrisi                           Tepung limbah udang                 Tepung ikan
Air (%)              10,32                                                                10,32
Abu (%)            18,65                                                                14,34
Protein (%)         45,29                                                                54,63
Methionin (%)     1,26                                                                  1,30
Lisin (%)              3,11                                                                  3,97
Sistin (%)             0,51                                                                  0,53
Triptophan (%)       0,39                                                                  0,43
Lemak (%)            6,62                                                                  9,85
Serat Kasar (%)    17,59                                                                1,99
Kalsium (%)           7,76                                                                  3,34
Phospor (%)          1,31                                                                  2,18
Energi Bruto           3577 kkal/kg                          4679 kkal/kg

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews