Jumat, 28 Oktober 2011

Daging Segar dan Gelonggongan serta Celeng

Daging sapi yang asli dan segar memiliki ciri-ciri:
1. Dagingnya berwarna merah terang dan lemaknya berwarna kekuningan.
2. Tekstur dagingnya kenyal.
3. Biasanya, daging sapi asli dijual dengan cara digantung.

 
Ciri-ciri daging sapi gelonggong sebagai berikut.
1. Dagingnya berwarna pucat.
2. Teksturnya lembek dan cepat busuk.
3. Kadar airnya sangat banyak. Jika dagingnya ditekan akan mengeluarkan air.
4. Biasanya dijual dengan cara digeletakkan di atas meja (tidak digantung). Jika digantung akan banyak meneteskan air.
5. Jika direbus, daging sapi gelonggong akan menyusut lebih banyak daripada daging sapi asli.
Ciri-ciri daging celeng sebagai berikut.
1. Dagingnya berwarna lebih pucat.
2. Tekstur seratnya lebih halus.
3. Lemaknya lebih tebal.
4. Dagingnya lebih banyak mengandung air daripada daging sapi.
5. Aroma daging celeng lebih amis daripada aroma daging sapi.
6. Harganya lebih murah.


Sementara untuk daging ayam tiren dapat dibedakan dengan daging dan ayam yang disembelih secara biasa. Bila ayam normal berwarna putih pucat, ayam tiren berbercak kemerahan. Terutama di bagian pembuluh darah.

Penampakan ayam tiren juga akan terlihat berbeda bila dibandingkan dengan ayam potong segar. Kesan daging ayam tiren tidak segar. Kadang untuk menutupi ciri ayam tiren, penjual memberi penguning. Kalau daging ayam berformalin, ciri-cirinya biasanya tak dihinggapi lalat

Umumnya penjual daging ilegal ini berada di luar pasar. Tidak berada di dalam lingkungan pasar. Karena penjual daging atau ayam bisa marah bila tahu ada penjual daging ilegal masuk pasarnya

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews