Kamis, 20 Oktober 2011

Ayam Ketawa

Asal Usul Ayam Ketawa

Penuturan salah seorang tokoh masyarakat Sidrap mengatakan bahwa dahulunya Ayam ketawa hanya dipelihara dan berkembang di lingkungan kerajaan/kraton Bugis terutama di kalangan Bangsawan Bugis yang merupakan symbol status sosial. Selain itu dijelaskan pula bahwa masyarakat Bugis memiliki budaya yang selalu menyebutkan Keberanian, Kesuksesan dan Keberhasilan seseorang dengan menyebutkan istilah ‘JANTAN’.

Dipastikan hampir semua lapisan masyarakat Indonesia mengetahui bahwa seorang Pahlawan Nasional asal Sulawesi Selatan yang bernama Sultan Hasannudin terkenal dengan sebutan “Ayam Jantan Dari Timur”.Gelar tersebut disematkan karena keberanian dan perjuangannya yang luar biasa tanpa kenal kata menyerah untuk mengusir penjajah Belanda dari bumi Sulawesi Selatan walaupun harus dengan jalan Perang. Karena terbatasnya masyarakat yang memelihara dan mempunyai Ayam Ketawa (Manu’ Gaga’) menyebabkan terbatasnya penyebaran Ayam Ketawa di tengah-tengah masyarakat dan tidak sepopuler seperti ayam kampung lainnya.

Pada waktu dan tempat yang berbeda salah seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah asal Kabupaten Sidrap menjelaskan secara lebih detail lagi bahwa daerah awal penyebaran Ayam Ketawa berada di sekitar Kecamatan Panca Rijang, Kec Baranti dan sekitarnya , diantaranya kampung Simpo, Arasi’e, Rapang, Benteng, Paseno dan Tonronge. Kampung-kampung tersebut dahulunya merupakan kampung-kampung tua yang masuk dalam wilayah bekas pusat Kerajaan Bugis
yang disebut daerah Rappang.

Di mulai pada tahun 2005 guna mendorong pelestarian dan penyebaran Ayam Ketawa (Manu’ Gaga’) Pemerintah Kabupaten Sidrap yang di pimpin oleh Bupatinya saat itu yang memberikan perhatian terhadap satwa langkah tersebut dengan tujuan agar tetap lestari dan tidak musnah selanjutnya mengeluarkan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dapat memotivasi masyarakat untuk memelihara Ayam Ketawa, diantaranya dengan mengadakan Perlombaan2, Penyuluhan tentang cara Pemeliharaan, Perawatan serta Penyediaan Vaksinasi secara Gratis dll. Seiring dengan perkembangan zaman dan sejalan dengan kebijaksanaan yang telah ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Sidrap lama kelamaan Ayam Ketawa tersebar dan mulai banyak dipelihara oleh semua lapisan masyarakat di Sidrap dan sekitarnya bahkan pelan tapi pasti telah menyebar ke seluruh Wilayah NKRI walaupun dalam jumlah yang terbatas. Hal ini karena Ayam Ketawa memiliki keunikan.

pada suaranya saat berkokok dimana saat berkokok Ayam Ketawa mengeluarkan suara seperti orang ketawa dengan interval suara cepat disebut Garetek dan dengan interval suara Lambat disebut Gaga’ serta suara mendayu-dayu disebut Dodo.

Selain memiliki suara yang unik Ayam Ketawa juga mempunyai warna bulu yang menarik dan di dukung oleh bentuk tubuh yang enak di pandang mata.

Bangsa Indonesia harus bangga dan bersyukur karena mempunyai satwa unggas jenis Ayam yaitu Ayam Ketawa yang tidak ada duanya di dunia dengan kata lain hanya ada di Indonesia khususnya Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan. 

Budidaya Ayam Ketawa

Budidaya Ayam Ketawa ini juga sederhana dan tidak terlalu ribet, cukup disediakan tempat atau kandang dari bambu atau kayu dengan ram kawat atau sejenisnya, masing-masing kandang berukuran lebar 150 cm x panjang 170 cm dan tinggi 100 cm. tapi sebagian peternak di Sidrap Sulawesi Selatan ada yang menggunakan ukuran lebar 80 cm x panjang 100 cm dan tinggi 85 cm, karna mungkin saja tempat yang terbatas dan Ayam Ketawa yang dipelihara terlalu banyak jadi untuk ukuran tersebut sudah cukup memadai, dan jangan lupa kandang harus disediakan tempat untuk bertelur.

Proses perkawinan Ayam Ketawa ini ada dua model , pertama : Pejantan dan betina dijadikan satu otomatis proses perkawinan akan terjadi dengan sendirinya, kita gak usah kuwatir dengan yang jantannya, Ayam Ketawa jantan tidak akan mengusik jika sang betina sedang bertelur kadang bisa diartikan sang jantan bisa ikut membantu mengamankan telur – telur tersebut, model yang kedua : kita memisahkan Ayam Ketawa pejantan dengan Ayam Ketawa betina, lebih baik proses perkawinan untuk model yang satu ini dimulai pagi hari dengan memasukkan Ayam Ketawa betina ke kurungan di luar kandang yang sudah ada pejantanya Ayam Ketawa.

Setelah dipastikan kawin, indukan Ayam Ketawa betina tadi dimasukan ke kandang ternak atau kandang bertelur tentu saja kandang ini harus disediakan sarang untuk bertelur, indukan betina Ayam Ketawa ini mampu bertelur 12 butir., untuk memenuhi kebutuhan pakan, cukup diberi voer ditambah sawi dirajang halus sebagi protein.

Umur Ayam Ketawa di atas 7 bulan sudah bisa dipasangkan meski idealnya berumur 1 tahun atau lebih. Kondisi Ayam Ketawa harus sehat, warna bulu bagus dan jengger tegak berdiri.
Untuk indukan Ayam Ketawa yang sudah menetaskan anak-anakannya segera mungkin diistirahatkan setelah sebelumnya dimandikan dengan obat antiseptic, setelah itu kita bersihkan kotak sarang sebelum digunakan kembali untuk tempat bertelur indukan.

Sementaran itu anakan Ayam Ketawa dipindahkan ke kandang penghangat yang diberi lampu ini bisa memakai kardus mie instan atau book kayu, Perawatan anakan setelah mencapai umur 1 bulan juga harus hati-hati, misalnya perlu dijemur tetapi hanya sepintas, cukup 10-20 menit,. Cukup sederhana kan? Sekarang selamat mencoba aja, dan semoga sukses
 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews