Jumat, 14 Oktober 2011

Pencegahan dan Penanganan Diare pada Pedet


Kasus diare pada anak sapi (pedet) sering ditemui dilapangan. Kejadian tersebut bukan saja ditemui pada peternakan rakyat biasa, namun juga dilaporkan pada peternakan dengan manajemen pemeliharaan yang lebih baik.

Beberapa langkah pencegahan guna menghindari kejadian diare pada pedet adalah dengan pemberian kolustrum tepat waktu, pemberian susu dalam keadaan hangat, pemberian rumput dalam bentuk kering atau yang telah dilayukan. Kemudian kondisi kandang harus tetap dijaga kebersihannya serta penempatan pedet pada kandang individu.

Jika peternak menemui pedet dalam kondisi diare maka langkah yang harus dilakukan adalah menghentikan terlebih dahulu pemberian susu yang diikuti dengan pemberian obat anti diare dan disarankan untuk mengukur suhu tubuh pedet setiap hari.

Salah satu obat antidiare yang dapat dilakukan oleh peternak adalah dengan pemberian sop kaldu sapi. Adapun ukuran untuk satu kali pemberian adalah 15 gram atau 4 blok kaldu sapi ditambahkan 8 gram atau 2 sendok teh soda kue yang dimasukkan ke dalam 3 liter air hangat. Pemberiannya sop kaldu sapi ini dilakukan 3 kali sehari yakni pagi siang dan sore hari. Yang diberikan selama 3 hari berturut-turut atau sampai kotoran sapi menjadi normal kembali.

Apabila pedet tidak mau minum sop kaldu sapi karena terbiasa minum susu maka peternak harus terus mencoba dan mengajari pedet minum sop kaldu dari ember sebagaimana mengajari pedet meinum susu untuk pertama kalinya.

Apabila pedet yang mengalami demam atau suhu di atas 39°C maka pedet harus diberi obat antiinfeksi. Oksitetrasiklin 50 mg dengan dosis 5 s/d 8 ml/kg berat badan selama tiga hari berturut-turut.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews