Jumat, 21 Oktober 2011

Manajemen Usaha Ayam Petelur Periode Produksi

Latar Belakang
            Perkembangan ayam petelur dewasa ini mengalami peningkatan yang cukup pesat. Peningkatan produktivitas ayam petelur dapat dilakukan dengan dua cara yaitu perbaikan manajemen dan perbaikan mutu genetik. Perbaikan manajemen meliputi: manajemen perkandangan, manajemen pakan, dan pencegahan penyakit, perbaikan mutu genetik dapat dilakukan dengan seleksi dan sistem perkawinan yang baik.
Menurut Sidodolog (1999), berdasarkan tujuan pemeliharaan untuk ayam petelur ada dua periode pemeliharaan yaitu periode pra produksi dan periode produksi. Perode pra produksi terdiri dari fase starter yaitu umur 0 – 4 minggu, fase grower umur 5 – 12 minggu, dan fase pullet 13 – 19 minggu, sedangkan periode produksi umur 20 – 72 minggu. Peternakan ayam petelur mempunyai peluang bisnis yang menguntungkan, untuk itu diperlukan suatu manajemen usaha yang baik dalam pengelolaanya. Manajemen merupakan faktor yang penting dalam suatu perusahaan, yang sangat menunjang bagi peningkatan produksinya.
Manajemen bisa berarti fungsi peranan maupun ketrampilan. Manajemen sebagai fungsi meliputi usaha perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengawasan. Manajemen sebagai peranan adalah antar pribadi pemberi informasi dan pengambilan keputusan manajemen dapat pula berarti pengembangan ketrampilan yaitu teknis, manusiawi, dan konseptual (Reksohadiprodjo, 1992).
Perencanaan merupakan dasar dari fungsi manajemen. Fungsi ini merupakan usaha pengambilan keputusan yang akan mempengaruhi jalannya perusahaan diwaktu yang akan datang (Reksohadiprodjo, 1992).
  Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya. Pengorganisasian juga merupakan proses menciptakan hubungan antara fungsi, personalia, dan faktor fisik, agar kegiatan yang dilaksanakan dan darahkan pada pencapaian tujuan bersama (Reksohadiprodjo, 1992).
Penyusunan personalia merupakan fungsi yang berkenaan dengan penarikan, penempatan, pemberian latihan, dan pengembangan anggota-anggota organisasi. Pengarahan merupakan usaha yang berhubungan dengan segala sesuatudapat terlaksana sesuai dengan direncanakan dan diorganisasikan dapat berjalan dengan baik (Reksohadiprodjo, 1992). Fungsi pengarahan melibatkan kualitas, gaya, dan kekuasaan pemimpin serta kegiatan-kegiatan kepemimpinan seperti komunikasi, motivasi, dan disiplin. Pengawasan merupakan suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, merancang system informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan serta mengambil tindakan koreksi yang untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara yang paling efektif dan efisien dalam mencapai tujuan perusahaan (Handoko, 2000).
Penyusun melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di CV Sari Makmur Farm, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai menajemen usaha dalam aplikasinya secara langsung dalam usaha peternakan ayam petelur khususnya periode produksi.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews