Selasa, 25 Oktober 2011

rumput teki

Deskripsi
R
umput semu menahun, tapi bukan termasuk ke­lu­ar­­ga rumput-rumputan (Gra­mi­nae) dapat mencapai ting­gi 10 cm; Rimpang (rhizome) berumbi, batang bentuk segitiga. Daun 4-10 berjejal pada pangkal batang, dengan pelepah daun yang tertutup di bawah tanah, berwarna coklat kemerahan, helaian daun berbentuk garis dengan permukaan atas berwarna hijau tua mengkilat, ujung daun meruncing, lebar helaian 2-6 mm, panjang 10-60 kali lebar. Bunga berbentuk bulir majemuk, anak bulir terkumpul menjadi bulir yang pendek dan tipis, ber­kelamin dua. Daun pembalut 3-4, tepi kasar, tidak merata. Sekam dengan punggung hijau dan sisi coklat, panjang kurang lebih 3 mm. Benang sari 3, kepala sari kuning cerah. Tangkai putik bercabang 3. Buah memanjang sampai bulat telur terbalik, bersegi tiga coklat, panjang 1,5 mm.3
Tum­buh di dataran ren­­dah sampai dengan ke­tinggian 1000 m di atas permukaan laut; banyak tumbuh liar di Afrika Selatan, Ko­rea, Cina, Jepang, Taiwan, Malaysia, Indonesia dan ka­was­an Asia Teng­gara pada umumnya. Tumbuh di lahan pertanian yang tidak terlalu ke­ring (tanahnya ti­dak berbencah-bencah), di la­dang, kebun. Umbi sebe­sar kelingking bulat atau lon­jong, berkerut dan ber­lekuk, agak berduri rasanya, bila diraba. Bagian luar um­bi berwarna coklat dan ba­gi­an dalam berwarna putih, ber­bau seperti rempah-rem­pah, berasa agak pahit.6
Kegunaan di Masyarakat
Pada umumnya yang digunakan sebagai bahan obat adalah bagian umbi yang telah dibersihkan dari serabut yang melekat. Dalam keadaan segar, umbi dimemarkan dan dibubuhkan ke dalam minuman sebagai obat busung air, kencing batu. Air rebusan umbi umumnya digunakan sebagai pengatur haid, menyembuh­kan keputihan.6 Juga bersifat sebagai penenang, antispasmodik, melunakkan feses dan mem­per­cepat pembekuan darah pada luka baru.8

Oleh masyarakat Indian umbi segar digunakan sebagai pilis pe­rangsang ASI, sementara di Vietnam dipakai untuk menghentikan per­darahan rahim. Umbi yang diramu bersama daun Centella asiatica (pe­­gagan) dan umbi Imperata cylindrica (alang-alang) digunakan sebagai diuretikum kuat (untuk melan­carkan buang air kecil).8
Tepung umbi sering digunakan oleh masyarakat Tripoli sebagai bedak dingin dengan aroma yang khas menyegarkan (sedikit berbau mentol, dan karena baunya yang khas, juga sering digunakan sebagai pencuci mulut), ternyata bau tersebut juga berefek sebagai pengusir serangga dan nyamuk, hingga sering dipakai sebagai bedak anti nyamuk.9
Untuk pemakaian luar, umbi digiling menjadi bubuk, lalu dita­bur­kan ke tempat sakit atau dijadikan saleb, ataupun juga diiris tipis-tipis dan ditempelkan ke tempat yang sakit.
Untuk mengatasi busung, kembung atau bengkak bisa dipakai 3 ja­ri rimpang teki yang telah dicuci bersih dan digiling halus, kemudian diseduh dengan setengah gelas air panas, biarkan agak mendingin, sete­lah kira-kira suhunya suam‑suam kuku airnya diambil, lalu diminum, boleh diberi gula batu atau bersama dengan madu. Sehari 3 kali atau lebih . . . bila suka.
Umbi yang telah direbus berasa manis, sering dipipihkan untuk dibuat emping, setelah digoreng dikenal dengan sebutan “emping teki”7.
Kandungan Kimia
cyperon
cyperon
Mengandung 0,45 – 1% minyak atsiri, bobot jenis 0,9829-0,9907, indeks bias 1,5127, memutar bidang polarisasi ke kanan +11,7 hingga +16,1, nilai penyabunan setelah asetilasi 16,5 sampai 98%. Di per­dagangan dikenal dengan nama Cyperiol oil atau Oil of cyperiol atau Oil of Cyperus.1 Minyak atsiri yang berasal dari Cina me­ngan­dung cyperene, pascholenone, sedangkan yang berasal dari Jepang mengan­dung cyperol, cyperene (cyperene I dan cyperene II), a-cyperone, cyperotundone dan cyperulone, disamping itu ditemukan pula alkaloid dan flavonoid, triterpen.4 a-Cyperon me­ru­pakan senyawa seskuiter­pen keton, dan kadarnya dalam minyak at­si­ri sekitar 35-54%. Minyak atsiri yang dikandung dalam umbi ini dila­por­kan me­mi­liki potensi sebagai antibiotik terhadap kuman Staphyllo­coccus aureus.4, 9 Kandungan yang lain berupa karbohidrat, seperti d-glukosa (41,7%), d-fruktosa (9,3%) dan gula tak mereduksi (4%).9
Efek Biologik
Minyak atsiri dapat berefek estrogenik lemah pada tikus. Pada pemberian 0,2 ml setiap 6 jam dapat menimbulkan keratinisasi sel-sel epitel vagina 48 jam kemudian. Pada takaran 0,3 ml dapat ditemukan endapan sel darah putih di antara sel-sel yang terkeratinisasi; hal ini dimungkinkan karena akibat adanya stimulasi minyak atsiri (ke­mung­kinan disebabkan dari cyperene-I). Secara umum kandungan minyak atsiri cyperus rotundus mempunyai efek estrogenik; hal tersebut yang memungkinkan digunakannya pada keadaan menstruasi yang tak teratur.
Ekstrak cair 5% dapat mengurangi kontraktilitas ”uterus terisolir” kucing dan anjing (baik yang hamil maupun yang tidak hamil).
Efek ekstrak etanol yang diberikan dengan takaran 100 mg/kg BB secara intra peritoneal dapat meng­hambat timbulnya pembengkakan yang disebabkan karena carragenin atau formaldehida. Efek tersebut lebih nyata bila dibandingkan dengan 5-10 mg/kg hidrokortison (8 kali lebih kuat).
Ekstrak 20% etanol secara sub kutan dapat berefek menghi­lang­kan rasa sakit dan menurunkan panas badan (efek analgetikum dan antipiretikum); disamping itu juga berefek mengurangi aktivitas pasif mencit mati dan juga berefek sebagai anti emetikum.
Ekstrak etanol herba dapat memberikan efek menurunkan tekanan darah 0,5-1 jam anjing teranestesi pada takaran 20 mg/kg. Efek penurun tekanan darah tersebut dapat pula disebabkan dari ekstrak air yang mengandung alkaloid, flavonoid dan senyawa fenolik.
Minyak atsiri dapat menghambat pertumbuhan Staphyllococcus aureus secara in vitro yang disebab­kan karena komponen minyak atsiri cyperene I dan cyperene II.1, 4, 9
Efek yang tidak diinginkan Belum ada
Toksisitas

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews